Arsip Tag: Kangean

Lebaran

Signal

Ini yang paling menyebalkan dan membuatku mati gaya. No signal, no signal and no signal. Tiada hari tanpa no signal, mungkin sehari bisa 5 kali. hidupku hampa tanpa internet.. #lebay

Perawat

Sama seperti bidan, perawat juga salah satu profesi favorit orang kangean. Orang-orang pengen anaknya sekolah perawat atau kebidanan bahkan kedokteran.

Keterbatasan tenaga medis dan pasien yang terlalu “manja” (menurutku) membuat perawat desa (perawat yang bertugas di desa) sering keluar “kandang” untuk menangani pasien. Tidak jarang pasien dengan hanya keluhan pusing minta diperiksan dan dikunjungi kerumahnya. Padahal sampai dilokasi hanya cek darah dan diberikan obat. Terkadang hal seperti ini membuat para perawat malas untuk mengunjungi pasien yang seperti ini. Bukan karena tidak patuh pada etika medis, tetapi hal seperti ini bisa membuat mereka para pasien semakin manja. Jika biasanya pasien yang datang dan antri ke tempat praktik perawat (orang bilang mantri), kali ini antrian dilakukan dirumah masing-masing dan perawatlah yang mengunjungi mereka satu per satu. Belum lagi jika sang perawat sedang keluar kandang dan di tempat praktik sendiri sudah ada pasien yang menunggu. Miris memang, tapi begitulah kenyataannya. Baca lebih lanjut

Bidan

Bidan adalah profesi yang ditekuni oleh beberapa keluargaku. Profesi ini menjadi favorit warga Kangean. Profesi ini sebenarnya sedikit “mengganggu” kehidupan seorang bidan tapi itu adalah amanah yang harus dijalankan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Mereka harus rela tidak pulang kerumah selama 24 jam demi menemani pasien yang akan melahirkanM. Masih untung jika melahirkan di tempat praktik sang bidan, kebiasaan masyarakat Kangean adalah ingin dikunjungi, melahirkan dan dirawat di rumah.

Aku mendengar, melihat, dan mengalami sendiri bagaimana kehidupan seorang bidan. Pada saat itu kira-kira pukul 2 dini hari, aku masih menonton tv sambil menunggu pertandingan bola. HP Mbakku berdering, aku pikir itu alarm atau sms tapi ternyata itu adalah sebuah panggilan telepon. Mbakku mengangkat telepon itu dalam keadaan mengantuk karena dia memang sedang tertidur pada saat itu. Aku lihat dia keluar kamar dan mencuci muka kemudian berangkat menuju rumah pasien karena si pasien akan segera melahirkan.

Tahlilan 1 Tahun Mbah & Buka Bersama

Kalau yang satu ini bukan sesuatu yang baru menurutku. Karena sudah ada sejak entah kapan, yang jelas itu sudah ada saat aku masih kecil. Satu hari aku berada di rumah, aku sudah ditunggu tahlilan alias haul 1 tahun mbahku (mungkin sudah tradisi) sekaligus buka bersama. Seperti biasa, aku diminta untuk membantu mempersiapkan acara sampai acara selesai. Ini aku anggap selesai.

Sesuatu yang aku perhatikan dari beberapa undangan dan yang aku alami sendiri adalah sesuatu yang orang sebut dengan “berkat”. Berkat adalah oleh-oleh yang biasa diberikan tuan rumah kepada tamu yang hadir. Aku merasakan ada persaingan tersendiri dari setiap acara buka bersama dalam memberikan berkat. Kalau dulu (waktu aku kecil) berkat yang diberikan biasanya berupa kue atau roti atau bungkusan makanan hasil buatan tangan sendiri. Tetapi sekarang orang berlomba-lomba memberikan berkat berupa sarung dan yang membuat telingaku agak kurang nyaman adalah saling membandungkan antara berkat dari satu acara dengan berkat dari acara yang lain. Berkat dari si A lebih bagus dari si B. Berkat si C begini, berkat si D begitu dan sebagainya. Aku merasa ini bukanlah sesuatu yang sehat karena ada indikasi riya’ dan pamer. Berharap kajadian ini tidak berkelanjutan.

Oleh-oleh mudik lebaran 2012 (Sambutan orang rumah)

Saat kapal yang aku tumpangi sudah bersandar, aku hanya menunggu di tempat dudukku. Karena barang bawaanku lumayan banyak dan aku malas membawanya sambil berdesak-desakan. Jadi aku memilih keluar saat penumpang sudah sepi. 10 menit aku menunggu, Mas ku datang dan langsung mengangkat barang-barangku, ternyata di luar sudah ada temannya yang menunggu. Aku tidak perlu susah payah lagi mengangkat barang-barangku. Aku hanya berjalan santai tanpa ada beban yang ku angkat..:)

Sesampainya dimobil, aku duduk dikursi belakang dan mulai menjawab pertanyaan seputar perjalanan yang diajukan padaku. 10 menit berlalu, aku sudah sampai dirumah orang tuaku. Melihat ke rumah, aku menjadi terharu. Beberapa saudara sudah berdiri di depan rumah untuk menyambut kedatanganku. Turun dari mobil, aku langsung mendapatkan pelukan hangat..:) senangnya… seakan tak ingin pergi lagi kalau sudah ingat sambutan itu…

Oleh-oleh mudik lebaran 2012

Mudik tahun ini agak berbeda, tidak seperti mudik lebaran sebelumnya. Mudik tidak hanya membawa rasa kangen terhadap keluarga, tapi ada misi kecil (tapi besar) yang aku bawa. Tapi bukan itu yang akan aku share disini. Aku hanya ingin berbagi mengenai beberapa hal, peristiwa, kebiasaan dan hal lainnya.

Ada beberapa hal yang aku perhatikan, diantaranya:

· Kondisi cuaca

· Kapal gratis

· Sambutan orang rumah

· Tahlilan 1 Tahun Mbah & Buka Bersama

· Bidan

· Perawat

· Signal

· Lebaran

· Pertanyaan saudara dan teman

· Libur Lebaran

o Bakar Ikan

o Kelapa Muda

· Kehidupan masyarakat

o Kelayan

o Si Bisu

o Si Taksi

· Oleh-oleh

Pulau Kangean terdahulu. . .

Menurut cerita, asal mula pulau ini apabila air laut surut baru dapat dilihat dari jauh, sedangkan apabila air laut pasang, maka akan terendam dibawah muka air, olehkarena itu pilau ini dinamakan Pulau Kangean yang asal perkataan Madura “Ka-aengan” yang artinya terendam pada air.
Oleh raja-raja di Sumenep pada jaman dahulu kala, pulau ini merupakan tempatnya orang-orang yang mendapatkan hukuman berat karena kesalahan yang besar.
Berhubung dengan penghasilan yang didapat dari lautan (ikan, akar bahar, aneka bebatuan), kemudian hasil-hasil hutan dan hasil bumi (sawah, ladang), maka pulau ini menjadi salah satu pusat perdagangan dilautan, maka banyak orang-orang dari Sumenep maupun tempat lainnya (bahkan dari kepulauan Kalimantan dan Sulawesi) mau berpindah dan berumah tangga di Pulau Kangean.
Oleh sebab itu Pulau Kangean dapat dikatakan kepulauan yang relatif baru, maka penduduknya tidak mengenal agama Hindu karena agama yang dianut oleh penduduk setempat adalah agama Islam.
Sewaktu jaman Compagnie Belanda, kepulauan ini tidak dapat mendapat perhatian pemerintah. Pada tahun 1763 Masehi datang utusan Compagnie Belanda meninjau kangean dan kepulauannya. Kemudian pada tahun 1798 Masehi datang pula peninjau dari Compagnie Belanda berhubung dengan adanya kerusuhan hebat di Kangean yang disebabkan terjadinya kelaparan sehingga diantara golongan pemerintah dibunuh oleh rakyatnya.
Di Kangean terdapat sebuah gua yang diberi nama “Gua Kuning”. Banyak orang yang menyangka bahwa gua kuning tersebut merupakan tempat bertapanya Putri Kuning (Ibunda Jokotole), tetapi ternyata gua tersebut bukan tempat pertapaannya Putri Kuning karena tempat pertaannya Putri Kuning adalah di Gunung Geger Kabupaten Bangkalan.
Disebuah pualau kecil terletak disebelah barat Pulau Kangean ada satu kuburan yang dikeramatkan oleh orang dipulau Kangean dan sekitarnya. Pulau tersebut bernama Pulau Mamburit dan kuburan keramat itu disebut “Bhuju’ Mamburit“.
Menurut cerita orang Kangean, kuburan tersebut merupakan kepala dari seorang Sajid yang terkenal sebagai penyebar agama Islam yang terdampar ditepi laut sedangkan badannya tidak diketahui beradaannya.
Diwaktu jaman pemerintahan Belanda sebelum Jepang, Pulau Sapekan yang termasuk daerah Kangean merupakan penghasil ikan pindang yang terbesar bila dibandingkan dengan daerah lainnya di Pulau Madura. Sedangkan hasil lain dari pulau ini adalah kopra dan kayu hutan, kayu bakar dan arang.
Apabila ada orang sebelum jaman Jepang menyebutkan “Boschwezen” maka sebenarnya berarti “Tambang Kangean” karena Kangean merupakan satu-satunya tempat yang menghasilkan “Boschwezen” diseluruh kep[ulauan Madura sehingga pemerinth Balanda saat itu banyak sekali memindahkan orang-orang dari daerah lain seperti Kediri dan Lamongan untuk dipekerjakan di alas “Boschwezen” yang disebut daerah “Tambajangan“. Dan pada waktu itu ada pula pemberian ijin (consessie) kepada seorang Formosa bernama Khan Tian Ting untuk mendirikan perusahaan pembuat arang yang terbesar di seluruh Madura.