Arsip Harian: 8 Mei 2009

10 Anti Virus Terbaik 2009

Beberapa hari yang lalu aku di tanya sama temen satu jurusanku, Orang yang selalu menyebut dan mengaku dirinya dengan nama Rika Sulastri itu menanyakan Anti Virus apa yang paling bagus. . .! Karena aku tidak pernah menggunakan anti virus (memperlambat kerja komputer), aku bingung menjawabnya. Aku bilang saja “Yang mahal banyak, tapi yang bagus. . . ??”. Aku yakin dia pasti cemberut. . .! Lalu aku browse di mbah google, dan hasilnya adalah akau menemukan 10 Anti Virus yang paling banyak digunakan, bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia. Berikut adalah Urutan 10 Anti Virus Terbaik 2009 versi Top Ten Reviews:

Peringkat 1 : BitDefender Antivirus

Peringkat 2 : Kaspersky Anti-Virus

Peringkat 3 : Webroot Antivirus

Peringkat 4 : ESET Nod32

Peringkat 5 : AVG Anti-Virus

Peringkat 6 : Vipre Antivirus + Antispyware

Peringkat 7 : F-Secure Anti-Virus

Peringkat 8 : Trend Micro

Peringkat 9 : McAfee VirusScan

Peringkat 10 : Norton AntiVirus

Semoga ini bisa membantu teman-teman dalam menggunakan Anti Virus. . .

Peringkat Perguruan Tinggi Negeri/Swasta (PTN/S)

Sebentar lagi pendaftaran masuk perguruan tinggi akan segera dilakukan, sering terjadi pertanyaan, perguruan tinggi mana yang paling favorit? Ini pertanyaan yang sulit di jawan karena setiap perguruan tinggi mempunyai sudut pandang yang berbeda-beda. Namun, setidaknya kita bisa mencari referensi PTN/PTS tersebut dari berbagai penelitian dan survei yang dilakukan berbagai lembaga untuk memeringkatkan PTN/PTS.

Times Higher Education Supplement, misalnya, membuat peringkat 400 universitas terbaik dunia tahun 2007 lalu. Hanya tiga universitas di Indonesia yang bisa tembus urutan tersebut, yaitu:
Universitas Gadjah Mada (360);
Institut Teknologi Bandung (369);
Universitas Indonesia (395).

Sistem pemeringkat lain juga dilakukan majalah ”Globe Asia” edisi Februari 2008. Menurut majalah ini, urutan 10 besar PTN adalah:
1. UI Jakarta;
2. UGM Yogyakarta;
3. ITB Bandung;
4. IPB Bogor;
5. Unair Surabaya;
6. Unpad Bandung;
7. Unhas Makassar;
8. ITS Surabaya;
9. Undip Semarang; dan
10. USU Medan.

Untuk PTS, masih menurut ”Globe Asia”, urutan 10 besarnya adalah:
1. Univ Pelita Harapan Jakarta,
2. Univ Trisakti Jakarta,
3. Univ Tarumanegara Jakarta,
4. Univ Atmajaya Jakarta,
5. Univ Parahyangan Bandung,
6. Univ Bina Nusantara Jakarta,
7. Univ Muhammadiyah Malang,
8. Univ Maranatha Bandung,
9. Univ Satya Wacana Salatiga,
10. Univ Petra Surabaya.

Pemeringkatan ini memicu berbagai kritik, biasa kan ada yang tidak terima. Kalian bisa baca berbagai kritiknya di berbagai forum diskusi di internet. Tapi, setidaknya bisa menambah referensi kalian soal PTN dan PTS.

Tahun 2007 Pusat Data dan Analisa Tempo pernah menyelenggarakan survei tentang persepsi masyarakat terhadap perguruan tinggi di Indonesia. Hasilnya, ”top of mind” PTN adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanudin, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Sumatera Utara, Universitas Diponegoro, Universitas Padjajaran, Institut Teknologi 10 Nopember, dan Universitas Pendidikan Indonesia.

Untuk ”top of mind” PTS adalah Universitas Trisakti, Universitas Bina Nusantara, Universitas Atma Jaya Jakarta, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, STIE Perbanas, Universitas Gunadarma, Universitas Surabaya, Universitas Islam Indonesia, Universitas YAI, dan Universitas Atmajaya Yogyakarta

Bertemu di Alam Maya, Berakhir di Alam Baka

Dunia maya (Bukan dunianya si maya) maksudnya disini adalah dunia internet telah semaik berkembang da maju. banyak hal yang bisa dilkukan seperti berbagi informasi, ngobrol, bahkan berbagi uang pun bisa dilakukan. Pada awal ditemukan, internet hanya digunakan untuk kepentingan militer saja. Namun, belakangan ini telah berkembang jauh dari tujuan semula. Pengungkapan kejahatan pun bisa dilakukan melalui internet. Akan tetapi melalui internet pula timbul permasalahan bahkan hal yang ekstrim sekalipun.
Seperti kejadian di LONDON beberapa waktu yang lalu, di kutip dari okezone.com.
Dunia maya bisa mempertemukan siapa saja dari seluruh penjuru dunia manapun. Banyak dari mereka yang kemudian bertemu langsung dan menjalin pertemanan. Namun siapa nyana, pertemanan itu bisa saja berakhir pahit dengan pembunuhan.

Adalah sepasang remaja asal Nottingham Inggris, Matthew Pyke dan pacarnya, Joanna Witton. Mereka berkenalan dengan David Heiss asal Jerman dalam sebuah forum game online bernama Advance Wars.

Pertemanan melalui forum selama enam bulan itu harus berakhir dengan dituduhnya Heiss sebagai pembunuh Pyke. Tuduhan ini muncul setelah Heiss sengaja datang jauh-jauh dari Jerman untuk mengunjungi Pyke dan Witton.

Konon, Heiss jatuh cinta pada Witton dan terobsesi padanya meski saat itu mereka hanya saling mengenal lewat forum game online.

Pada persidangan, tim juri memperlihatkan foto komputer milik Pyke. Yang mengerikan, pada layar komputer terdapat tiga huruf inisial nama Heiss yang ditulis dengan darah, demikian keterangan yang dikutip dari CNet, Jumat (8/5/2009).

Berdasarkan keterangan juri, Heiss menusuk Pyke sebanyak 86 kali, kemudian menggunakan darah Pyke untuk menuliskan namanya pada layar komputer. Sebelumnya Witton pun mengungkapkan bukti lain dengan mengatakan Heiss terobsesi dengannya meski belum pernah bertemu.

“Heiss dua kali mengadakan kunjungan mendadak ke rumah kami di Nottingham dan menolak untuk menginap di hotel,” kata Witton.

Meski telah dituduh dengan berbagai bukti yang ada, Heiss tidak mengakui bahwa dirinya telah membunuh Pyke. Dia malah berkilah bahwa Pyke yang lebih dulu menyerangnya.

“Yang sebenarnya terjadi, saya berusaha menahan serangan Pyke. Saya berusaha menahan tangannya dan menghempaskannya ke tembok. Saya sangat takut dia kan menusuk saya lagi namun kemudian saya tak sengaja menusuknya,” kata Heiss membela diri

7 Etika agar Facebook-an Kian Nyaman

Beberapa waktu lalu muncul kasus pria membunuh istrinya karena sang istri mengubah status di Facebook menjadi single. Kasus lain, meski tak seekstrim itu, bisa muncul kapan saja hanya karena situs jejaring semacam Facebook. Lantas bagaimana meminimalisir hal ini terjadi? Berikut beberapa kiatnya:

1. Status hubungan Anda adalah keputusan bersama pasangan

Jangan pernah mengubah-ubah status hubungan Anda jika tidak didasari kesepakatan bersama antara Anda dan pasangan. Banyak kasus buruk terjadi akibat seseorang merubah statusnya secara sepihak. Jangan lupa, teman-teman Anda atau teman pasangan Anda bisa mengetahui hal ini dengan cepat.

2. Berteman dengan teman dari sahabat Anda pun ada etikanya

Ketika ingin berteman dengan teman sahabat Anda di Facebook, jangan lupakan keberadaan teman Anda yang di sini berperan sebagai ‘penghubung’. Katakan dari siapa Anda mengetahui profil mereka. Anda tak mau
dicurigai sebagai sales bukan?

3. Siapkan diri ketika berteman dengan seseorang yang pernah berkencan dengan Anda

Sebelum Anda melakukannya, lebih baik Anda siap mental dulu. Beberapa status yang dia tulis bisa jadi membuat Anda cemburu. Dibutuhkan kedewasaan untuk melakukan hal ini. Namun jika Anda tidak ambil pusing, lakukan saja.

4. Jangan banjiri profil dengan foto, video, dan komentar yang berkaitan dengan gagalnya hubungan Anda

Hal itu sepertinya tidak pantas dilakukan di Facebook. Jika Anda ingin minta simpati, teleponlah teman Anda, jangan bertanya pada orang-orang di dunia maya, apalagi di Facebook yang diakses banyak orang. Anda malah bisa dipermalukan.

5. Jangan curhat dan buka rahasia di Facebook

Jika Anda ingin curhat dan sejenisnya, lebih baik Anda tidak melakukannya di
Facebook. Gunakan saja e-mail, telepon atau lakukan saat sedang makan bersama teman Anda misalnya. Masih banyak fasilitas lain bukan? Anda tentu tidak ingin rahasia Anda diumbar oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

6. Kenali Perbedaan antara Wall dan Message

Suatu pernyataan yang menyangkut hubungan pribadi Anda sebaiknya tidak usah terlalu diekspos. Kalimat seperti “I luv u soo much baaabyy.. I Can’t wait too see 2neit”, mungkin akan lebih cocok jika ditulis di message.

7. Jangan sekali-kali Membuat profil Palsu

Mungkin terlintas di benak Anda untuk membuat akun palsu mantan pacar yang telah menyakiti Anda. Kemudian, Anda posting hal-hal buruk tentangnya. Tentu saja, jangan pernah benar-benar melakukan hal ini. Jika aksi Anda ketahuan, orang-orang malah bisa memberi cap negatif pada Anda.

Intinya adalah jangan umbar banyak informasi tentang diri Anda apalagi yang bersifat pribadi. Anda tak akan pernah tahu apa saja yang bisa terjadi ke depannya. Ingat, dunia maya meski menyenangkan tetap penuh dengan risiko dan juga orang-orang jahat.

8 Hal Penting Sebelum Memakai Windows 7 RC 1

Para Pengkritik dan pengguna Windows sepertinya bakal takjub dengan hadirnya RC 1 ini. Untuk menghindari kritik “pedas” dari para konsumen, Microsoft kini lebih berhati-hati dalam pengembangan Windows 7.

Sebelumnya pada versi beta, user diberi kesempatan untuk ‘mengenal’ fitur-fitur baru pada Windows 7. Kini RC 1 hadir dengan penyempurnaan dari fitur-fitur tersebut.

Dikutip detikINET dari Windows 7 Center, Rabu (06/05/2009) sebelum anda menginstal Windows 7 RC 1, ada 8 hal penting yang perlu anda ketahui:

1. Jangan download versi RC 1 sekitar tanggal 5 Mei. Pasalnya server Microsoft kemungkinan alami lonjakan jumlah pengunduh pada awal-awal ketersediaan Windows 7 RC 1.
2. Beberapa perubahan baru seperti:
* Perbaikan Taskbar menjadi lebih responsif dan terasa lega.
* Kemampuan streaming musik melalui Windows Media Player.
* Mengaktifkan/nonaktifkan beberapa fitur Windows. Anda kini dapat ‘membuang’ Internet Explorer 8 dan beberapa software bawaan Windows lainnya.
* Penambahan Driver Support, anda kini tidak perlu mencari driver baru ketika instalasi Windows 7. Windows 7 otomatis akan mengenali driver tersebut.
* Penambahan wallpapers, themes dan sound schemes yang baru.
3. Anda tidak perlu lagi menggunakan DVD atau bootable disk saat instalasi Windows 7. Anda dapat melakukannya dari dalam Windows itu sendiri.
4. Instalasi upgrade dari versi Beta, kini tidak bekerja lagi pada versi RC 1.
5. Windows 7 ini dapat berjalan dengan VMWare atau Virtual PC.
6. Kemampuan me-repair Windows kini lebih mudah pengoperasiannya. Windows 7 dapat mendeteksi kesalahan sistem Windows, sebelum anda me-repair-nya.
7. Windows XP lama masih bisa berjalan dalam Windows 7, melalui aplikasi Windows XP Mode (XPM). Apakah Windows XPM itu? Nantikan pembahasannya di detikINET.
8. Anda dapat menikmati Windows 7 RC 1 ini gratis selama sekitar 1 tahun, sampai batas waktu 1 Juni 2010.

Worm Conficker

Worm Conficker yang belakangan menjadi momok pengguna komputer dan internet Tanah Air ternyata malah semakin menggila mengirim serangan. Tak ayal, persentase serangannya pun jauh melampui malware (program jahat) lainnya.

Demikian berdasarkan daftar Top 100 Malware dengan penyerangan terbanyak untuk periode 30 April 2009 – 7 Mei 2009 yang dikeluarkan Kasperky Lab.

Pada periode in,i ‘cacing’ yang juga memiliki nama Net-Worm.Win32.Kido.ih itu memiliki persentase serangan 49.4841%. Padahal di minggu sebelumnya, persentasenya tercatat 46.0534%. Sementara di beberapa minggu sebelumnya, hanya berada di kisaran 30%.

“Konten berikut merupakan konten yang dikumpulkan dari server Kaspersky berdasarkan jumlah serangan yang dikirimkan ke Kaspersky Security Network
melalui interaksi antar peserta user dari masing-masing negara,” ujar Kaspersky dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/5/2009).

Untuk menyeleksinya menjadi Top 100, setiap deteksi malware berdasarkan negara membutuhkan serangan kepada koleksi server Kaspersky yang berjumlah
lebih dari 7.000.

Berikut adalah nama-nama program jahat yang paling sering menyerang di Indonesia:


Net-Worm.Win32.Kido.ih                       49.4841%
HEUR:Trojan.Win32.Generic                    8.0257%
Heur.Win32.Trojan.Generic                    6.3747%
Trojan-Dropper.Win32.Small.axv               3.2791%
Trojan-Dropper.Win32.Agent.zje               2.7517%
Trojan-Downloader.Win32.Agent.wxq            2.7058%
Trojan-Downloader.Win32.Agent.ansh           2.7058%
Heur.Win32.Invader                           2.0179%
Trojan-DDoS.Win32.Agent.ei                   1.5363%
HEUR:Trojan.Win32.Invader                    1.4676%
Net-Worm.Win32.Kido.eo                       1.1236%
Backdoor.Win32.VB.iqo                        1.1236%
Trojan.Win32.Agent.ceaj                      0.986%
Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.ehp        0.9172%
Trojan.Win32.Agent.ceau                      0.8255%
HEUR:Trojan-Downloader.Win32.Generic         0.7567%
Trojan-Downloader.Win32.Injecter.crw         0.6191%
Trojan-Downloader.Win32.Injecter.cqd         0.5733%
Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.eiq        0.5274%
not-a-virus:AdWare.Win32.Shopper.ar          0.5274%
Trojan-Downloader.Win32.Agent.bjts           0.4815%
Heur.Win32.Downloader                        0.4357%
Trojan-Downloader.Win32.CodecPack.fus        0.4127%
Rootkit.Win32.Podnuha.bsd                    0.3898%
Trojan.Win32.Agent.cexo                      0.321%
Trojan-Downloader.Win32.Small.jqz            0.2981%
Trojan-Downloader.Win32.Agent.bjhd           0.2752%
Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.eih        0.2752%
not-a-virus:AdWare.Win32.Agent.lmz           0.2064%
Trojan-Dropper.Win32.VB.yab                  0.1834%
Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.eik        0.1834%
Trojan-Spy.Win32.Ardamax.e                   0.1605%
MultiPacked.Multi.Generic                    0.1605%
Net-Worm.Win32.Kido.dam.y                    0.1605%
Trojan-GameThief.Win32.Magania.baex          0.1376%
Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.ehz        0.1376%
Trojan.Win32.Agent2.ils                      0.1376%
Net-Worm.Win32.Kido.fc                       0.1376%
Trojan.Win32.Buzus.fit                       0.1376%
Trojan-PSW.Win32.IMMultiPass.od              0.1376%
not-a-virus:AdWare.Win32.Shopper.v           0.1147%
Trojan-Downloader.MSIL.Agent.bn              0.1147%
Trojan-GameThief.Win32.WOW.bie               0.1147%
Trojan.Win32.Tdss.abzl                       0.1147%
Virus.Win32.Sality.z                         0.1147%
not-a-virus:FraudTool.Win32.MalwareDoctor.d  0.1147%
Trojan.Win32.Buzus.axkt                      0.0917%
Backdoor.Win32.Agent.aexg                    0.0917%
Trojan-Dropper.Win32.Small.ayg               0.0917%
Packed.Win32.Black.d                         0.0917%
Trojan.Win32.Pakes.lmb                       0.0917%
Trojan.Win32.Agent.cbst                      0.0917%
not-a-virus:AdWare.Win32.OneStep.z           0.0917%
Trojan-Downloader.Win32.Geral.hu             0.0917%
Hoax.MSIL.BadJoke.Agent.s                    0.0917%
SuspiciousPacker.Multi.Generic               0.0917%
Trojan.Win32.Monder.cavv                     0.0688%
Trojan.Win32.Buzus.avhh                      0.0688%
Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.eil        0.0688%
Trojan-Downloader.Win32.Agent.bvpa           0.0688%
Trojan-Downloader.Win32.Horst.bc             0.0688%
Backdoor.Win32.Inject.aav                    0.0688%
Trojan.Win32.VB.odh                          0.0688%
Trojan-Spy.Win32.Ardamax.n                   0.0688%
Trojan.Win32.Dialer.ext                      0.0688%
Trojan-Downloader.JS.Agent.gj                0.0688%
Trojan.Win32.Agent.arjp                      0.0688%
Trojan-Dropper.Win32.Microjoin.ap            0.0688%
not-a-virus:Client-IRC.Win32.mIRC.631        0.0688%
HEUR:Worm.Win32.Generic                      0.0688%
not-a-virus:AdWare.Win32.SaveNow.cp          0.0688%
Trojan-Dropper.Win32.Agent.doi               0.0688%
Trojan.Win32.Agent2.hmp                      0.0688%
Virus.Win32.Sality.aa                        0.0688%
HEUR:Trojan.Win32.StartPage                  0.0688%
Heur.Win32.Backdoor.Generic                  0.0688%
Backdoor.Win32.Hupigon.aovn                  0.0688%
Trojan-GameThief.Win32.Lmir.cny              0.0459%
Trojan-Dropper.Win32.ExeBinder.e             0.0459%
not-a-virus:FraudTool.Win32.PrivacyCenter.k  0.0459%
Packed.Win32.Black.a                         0.0459%
not-a-virus:FraudTool.Win32.ErrorDoctor.d    0.0459%
Trojan.Win32.Tdss.abwc                       0.0459%
Trojan-Downloader.Win32.Agent.akwa           0.0459%
Virus.Win32.Alman.b                          0.0459%
Trojan-Banker.Win32.Banker.adks              0.0459%
not-a-virus:AdWare.Win32.Sahat.as            0.0459%
Packed.Win32.Krap.n                          0.0459%
Backdoor.Win32.Bifrose.foo                   0.0459%
not-a-virus:FraudTool.Win32.InternetAntivirus0.0459%
Backdoor.Win32.Rbot.jxa                      0.0459%
Trojan-Dropper.Win32.Tiny.cf                 0.0459%
Trojan-PSW.Win32.LdPinch.afeb                0.0459%
Trojan-Dropper.Win32.VB.jue                  0.0459%
not-a-virus:NetTool.Win32.Portscan.c         0.0459%
Trojan.Win32.Monder.byqu                     0.0459%
Trojan.Win32.Delf.kym                        0.0459%
Net-Worm.Win32.Koobface.in                   0.0459%
Trojan.Win32.Agent.ccpe                      0.0459%
Virus.Win32.VB.ki                            0.0459%

Flu Babi atau Virus H1N1

Jenewa – Kasus flu H1N1 (sebelumnya disebut flu babi) di dunia terus bertambah. Bahkan kini jumlahnya di seluruh dunia telah menembus angka 2.000 kasus.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejauh ini kasus flu H1N1 telah dilaporkan di 24 negara. Jumlah total kasus yang telah dikonfirmasi adalah 2.371 kasus.

Dari 24 negara tersebut, kasus terbanyak tetap dilaporkan oleh Meksiko dan AS. Kedua negara tersebut juga telah melaporkan kematian akibat penyakit ini.

Dalam situsnya, Jumat (8/5/2009), WHO menyatakan, Meksiko telah melaporkan 1.112 kasus flu H1N1 termasuk 42 kematian. Di AS, sebanyak 896 kasus flu H1N1 telah dikonfirmasi, termasuk dua kematian.

Secara lengkap, kasus-kasus flu H1N1 di negara-negara selain Meksiko dan AS adalah:
Austria (1)
Kanada (201)
Hong Kong (1)
Kolombia (1)
Costa Rica (1)
Denmark (1)
El Salvador (2)
Prancis (5)
Jerman (10)
Guatemala (1)
Irlandia (1)
Israel (6)
Italia (5)
Belanda (2)
Selandia Baru (5)
Polandia (1)
Portugal (1)
Korea Selatan (3)
Spanyol (81)
Swedia (1)
Swiss (1)
Inggris (32) dan ini akan terus bertambah, tidak menutup kemungkinan bahwa negara kita juga akan tertular virus H1N1 tersebut.

Kalau kita harus berpikir mengenai fenomena ini, apakah ini kesalahan manusia? atau peringatan Ilahi. . .?

Sebelum era globalisasi, di Bumi tidak ada penyakit yang aneh seperti ini. Mulai dari HIV/Aids, Flu Burung, sekarang Flu Babi (virus H1N1). Apa karena kesalahan kita sebagai manusia yang selalu mengeksploitasi kekayaan alam di bumi ini.
Dengan berdalih untuk penelitian demi kemajuan dan perkembangan Iptek, tanpa sadar kita telah merusak alam dan isinya. Listrik, Minyak, Gas, Batu Bara, Tambang2 dll bukankah itu merusak alam. . .? Lalu apa yang harus kita perbuat. . .?

Munculnya fenomena ini, tidak menutup kemungkinan bahwa ini adalah kesalahan kita sebagai manusia. mungkin saja alam kita telah tercemar oleh pulusi, zat kimia, da berbagai unsur lainnya sehingga menimbulakan penyakit baru. . .

Renungkanlah Sahabatku. . .