KETIKA AKU TERHIMPIT PENYESALAN


Puisi ini untuk sahabatku yang merasa terlukai hatinya karena aku
Mentari telah terlelap dalam heningnya rembulan
Kabut-kabut mulai datang menghampiriku dalam lamunan
Menyambut sedihku, menemui kepiluanku
Aku termenung dan betapa aku menyesali diriku

Bintang pun ku tatap untuk mengadukan semua ini
Aku tak mengerti mengapa aku seperti ini
Ku tanya akan arti di balik makna gundahku
Bintangku menjawab ini hanyalah penyesalanku

Kadang saat bintang terhalang kabut malam
Aku semakin hanyut dalam penyesalan dan tenggelam
Aku tak mampu memopang diriku dan aku pun karam
Jiwaku pun tak mampu bangkit dalam samudra yang dalam

Aku berusaha untuk menutup mata pekatku
Kala itu aku hanya terdiam dan terpaku
Inginku terbangun menghapus yang pernah ada
Dan penyesalan ini semakin sesak dalam dada

Embun pagi telah hinggap bersama sang fajar
Aku semakin terhimpit penyesalan yang tiada wajar
Andai kau pahami semua makna penyesalanku
Kau akan mengerti betapa kau selalu hadiri aku

Mengapa kau tak pernah mengerti arti maaf dariku
Begitu terlukakah jiwa dan hatimu karenaku
Aku pun sadar akan akan pagi yang menjemputku
Dan aku hanya bisa meratap dalam penyesalanku

Tiada banyak yang bisa aku ungkapkan
Hanya penyesalan yang mungkin tak kan kau maafkan
Tapi, maafmu akan selalu aku nantikan
hingga jarak dan waktu yang memisahkan

Tagged:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: